Jakarta – Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Rachman Arief Dienaputra mengungkap keunggulan konsep rancang bangun atau design and build dalam pengerjaan konstruksi. Utamanya adalah menghindari konflik.
Konflik yang dimaksud oleh Arief merujuk pada perbedaan kuasa tanggung jawab baik untuk desain bangunan dan pelaksanaan konstruksi. Pasalnya, desainer dan kontraktor merupakan dua entitas yang berbeda.
“Ini tujuannya menghindari konflik antara tim desain dan konstruksi, jangan sampai design and build ini dilaksanakan nanti menemukan ternyata banyak konflik gitu ya antara desainer dan konstruksi,” terangnya dalam Seminar Konstruksi Indonesia 2023, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (2/11/2023).
“Jadi maknanya ini kita pegang bersama ya, mengurangi konflik,” tegas dia.
Dia menjelaskan, pendekatan konsep design and build memiliki keuntungan untuk menghadirkan efisiensi pelaksanaan proyek. Pada saat yang sama juga diharapkan mampu menekan biaya.
“Pendekatan ini memungkinkan pemilik proyek untuk bekerja dengan satu entitas tunggal yang bertanggung jawab untuk desain dan konstruksi dengan harapan dapat menghemat waktu dan biaya, serta mengurangi konflik antar tim desain dan konstruksi,” bebernya.
sumber: https://www.liputan6.com/bisnis/read/5439753/penerapan-konsep-design-and-build-bisa-kurangi-konflik-desainer-dan-kontraktor?page=2